Orchida Film Achriar Diskusi Jurusan Mahasiswa Teater Drama Dialog

ARUMI JUARAI LOMBA BACA PUISI NASIONAL

Jumat, 16 September 2016 | 09:54 WIB
Jumat, (16/9) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia kembali meneguhkan diri sebagai pencetak pembaca puisi andal, setelah Muhamad Arbi menjuarai lomba baca puisi pada Peksimida Jawa Tengah, Agustus lalu, kini giliran Faoziah Arumi, mahasiswa Prrodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, memenangi lomba baca puisi tingkat nasional. Lomba tersebut diselenggarakan oleh Teater Mandiri asuhan Putu Wijaya bertempat di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta. Arumi berhasil mengalahkan 87 peserta lain dari berbagai macam daerah di Indonesia. Ia berhasil menampilkan pembacaan puisi yang sempurna di hadapan Putu Wiaya, Jose Rizal Manua, dan Putu Fajar Arcana selaku juri. Sementara itu, peringkat...

Berita Lain

  • Sambut Mahasiswa Baru di Beranda BSI

    16 Agustus 2016 | 10:47 WIB
    Beranda BSI Guna menyambut mahasiswa baru jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, panitia GEMA BSI mengadakkan acara bernama “Beranda BSI” yang bertempat...
  • Penandantangan Naskah Persetujuan Jurusan BSI dengan Taras Shevchenko National University

    12 Agustus 2016 | 02:58 WIB
    Jumat (12/8) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI)  menerima tamu dari Ukraina. Dimulai tepat pukul 13.00 bertempat di Gedung B1 ruang 106, dosen...
  • Perkusi di Pembukaan Bulan Bahasa dan Seni

    16 Oktober 2015 | 10:25 WIB
    Hari demi hari terus silih berganti, Oktober ke November, November ke Desember dan kini Bulan Bahasa dan Seni menemui titik penutupan. Serangkaian acara...
  • Marhaban Ya Ramadan

    18 Juni 2015 | 04:18 WIB
    Marhaban Ya Ramadan. Pengelola Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1436 H kepada Keluarga Besar Jurusan...
  • Klub Jurnalistik Ganti Pengurus

    1 Maret 2015 | 07:53 WIB
    Para pengurus dan anggora Klub Jurnalistik berfoto bersama usai rapat dan pemilihan pengurus baru. Bagi organisasi kemahasiswaan, semester genap dikenal...

    Ketika Kriwikan Jadi Grojogan

    Oleh: Sendang Mulyana

    Betapa dahsyat hujan. Ungkapan panas setahun dihapus hujan sehari menunjukkan kekuatannya bisa 365 kali lebih hebatketimbang panas. Mungkin lantaran itu bila perayaan Imlek tanpa hujan terasa ada yang hilang. Hujan melambangkan keberkahan.  Namun, ketika hujan bersekutu dengan angin lesus, badai, dan semua mengentakkan kekuatan, yang terjadi adalah banjir dan longsor. Maka, tak pelak terjadilah hujan tangis. Padahal, tanpa persekutuan pun, air mengalir tak pernah sendiri. Pada mulanya memang kecil, tak seberapa, tak diperhitungkan. Namun lambat-laun menjadi besar, bah, musibah. Kriwikan dadi grojogan. Air memberikan pelajaran berharga pada manusia untuk tidak menyepelekan persoalan yang tampaknya kecil, sederhana. Lazimnya memang hujan air....

    Setitik Air Mata, Yu Sanah

    Oleh: Sudarmono

    “Telur naik, sayur naik, daging naik, sampai-sampai batu juga ikut naik. Ya itulah pemerintah. Bahan bakar minyak alias BBM tiap tahun kok dinaikkan. Apa tidak takut kalau terlalu tinggi nanti jatuh menimpa kepala?” Yu Sanah mengumpat di tengah pasar dan membuat gaduh semua pedagang dan pembeli. Membuat keramaian seperti kebakaran jenggot. “Nggak heran, kalau para mahasiswa demo di sana-sini minta BBm diturunkan. Menurutku wajar. Apalagi setiap demo pasti bentrok bahkan ada yang terluka, baik mahasiswa maupun aparat. Beraninya batu yang keras itu buat lempar-lemparan.”Aku sih kurang peduli, yang penting daganganku laku. Tapi itu lho pembeli pada tawar-nawar. Kayak nggak tau aja.” Pedagang cabai menyambung omongan Yu Sanah yang terdengar...

    Percakapan Dua Mahasiswa

    Oleh: Eko Widianto

    Di gazebo kutangkap sepasang mahasiswa Membuka laptop bermerek dunia Laki-laki dan perempuan mulai bercakap ringan Seperti kamus, dari A hingga A aksen, Mulai soal makan, uang tunggakan, sampai tugas membosankan Dari urusan pejabat sampai masalah cinta sahabat Ku terus pekakan telinga dan mereka bodoh tak tahu Dengan sadar mereka pampang malunya sendiri “copy-paste” urursan instan skripsi Yang penting sarjana Keluarga tak ‘kan merana Makan terjamin, rumah mewah laiknya istana Atau proposal anggaran buku Pada banting tulang orang tua yang semakin kaku Rela, demi baju model terbaru, jam tangan, handphone paling keren Pasang wajah melas minta beasiswa Padahal anak juragan pete di kampungnya Anak Dewan juga tidak malu Yang penting uang saku...

Tautan Luar

Tautan Dalam

  • Kontak Kami

    Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Gedung B1 Fakultas Bahasa dan Seni
    Universitas Negeri Semarang
    Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
    Telepon/Faksimili : 024-8508070
    Email : indonesia[at]unnes.ac.id