KBS Film Achriar Mahasiswa Teater Drama Dialog

Mahasiswa BSI Raih Juara 1 dan 2 Lomba Baca Puisi Tingkat Internasional

Senin, 21 November 2016 | 09:31 WIB
Ialah Arum Yuliya Lestari dan Faoziah Arumi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang berhasil peroleh Juara 1 dan 2, sedangkan Daniela Ficova (darmasiswa UNNES asal Slovakia) peroleh juara favorit  dalam lomba baca puisi tingkat International yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (FIB UNS) Surakarta. Sabtu (19/11). Prof. Suminto A. Sayuti (guru besar UNY Yogyakarta) sebagai juri lomba kategori baca puisi bersama sastrawan Sosiawan Leak dan Joko Pinurbo memberikan peniliaan tertinggi kepada kedua mahasiswa UNNES. Ketiga dewan juri secara bulat  memutuskan Arum sebagai...

Berita Lain

    Ketika Kriwikan Jadi Grojogan

    Oleh: Sendang Mulyana

    Betapa dahsyat hujan. Ungkapan panas setahun dihapus hujan sehari menunjukkan kekuatannya bisa 365 kali lebih hebatketimbang panas. Mungkin lantaran itu bila perayaan Imlek tanpa hujan terasa ada yang hilang. Hujan melambangkan keberkahan.  Namun, ketika hujan bersekutu dengan angin lesus, badai, dan semua mengentakkan kekuatan, yang terjadi adalah banjir dan longsor. Maka, tak pelak terjadilah hujan tangis. Padahal, tanpa persekutuan pun, air mengalir tak pernah sendiri. Pada mulanya memang kecil, tak seberapa, tak diperhitungkan. Namun lambat-laun menjadi besar, bah, musibah. Kriwikan dadi grojogan. Air memberikan pelajaran berharga pada manusia untuk tidak menyepelekan persoalan yang tampaknya kecil, sederhana. Lazimnya memang hujan air....

    Setitik Air Mata, Yu Sanah

    Oleh: Sudarmono

    “Telur naik, sayur naik, daging naik, sampai-sampai batu juga ikut naik. Ya itulah pemerintah. Bahan bakar minyak alias BBM tiap tahun kok dinaikkan. Apa tidak takut kalau terlalu tinggi nanti jatuh menimpa kepala?” Yu Sanah mengumpat di tengah pasar dan membuat gaduh semua pedagang dan pembeli. Membuat keramaian seperti kebakaran jenggot. “Nggak heran, kalau para mahasiswa demo di sana-sini minta BBm diturunkan. Menurutku wajar. Apalagi setiap demo pasti bentrok bahkan ada yang terluka, baik mahasiswa maupun aparat. Beraninya batu yang keras itu buat lempar-lemparan.”Aku sih kurang peduli, yang penting daganganku laku. Tapi itu lho pembeli pada tawar-nawar. Kayak nggak tau aja.” Pedagang cabai menyambung omongan Yu Sanah yang terdengar...

    Percakapan Dua Mahasiswa

    Oleh: Eko Widianto

    Di gazebo kutangkap sepasang mahasiswa Membuka laptop bermerek dunia Laki-laki dan perempuan mulai bercakap ringan Seperti kamus, dari A hingga A aksen, Mulai soal makan, uang tunggakan, sampai tugas membosankan Dari urusan pejabat sampai masalah cinta sahabat Ku terus pekakan telinga dan mereka bodoh tak tahu Dengan sadar mereka pampang malunya sendiri “copy-paste” urursan instan skripsi Yang penting sarjana Keluarga tak ‘kan merana Makan terjamin, rumah mewah laiknya istana Atau proposal anggaran buku Pada banting tulang orang tua yang semakin kaku Rela, demi baju model terbaru, jam tangan, handphone paling keren Pasang wajah melas minta beasiswa Padahal anak juragan pete di kampungnya Anak Dewan juga tidak malu Yang penting uang saku...

Tautan Luar

Tautan Dalam

  • Kontak Kami

    Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Gedung B1 Fakultas Bahasa dan Seni
    Universitas Negeri Semarang
    Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
    Telepon/Faksimili : 024-8508070
    Email : indonesia[at]unnes.ac.id